THONTHOWI JAUHARI
TULISAN 2
17212359
3EA18
TULISAN 2
17212359
3EA18
Pendidikan Bahasa Indonesia di sekolah formal belum menjamin seseorang menerapkannya secara baik. Pasalnya, saat ini kebanyakan masyarakat, terutama pelajar maupun mahasiswa lebih memilih menggunakan bahasa gaul yang tidak jelas. “Bertahun-tahun diajarkan di sekolah, tetap saja menggunakan bahasa yang keliru,” ujar Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Sakti Alamsyah, di sela-sela Seminar Perkembangan Bahasa Indonesia, Senin (5/3). Ironisnya, kata Sakti, kesalahan menggunakan Bahasa Indonesia juga turut dilakukan tokoh terpandang yang seharusnya memberikan teladan. Kesalahan serupa pun banyak dilakukan para mahasiswa ketika menulis dalam karya ilmiah.
Hal itu diakui oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Mulyono. Menurutnya, lamanya jam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah belum mampu menandingi pengaruh lingkungan. Pemakaian Bahasa Indonesia yang baku mulai luntur dengan bahasa gaul yang kesasar. Oleh karena itu, kata Mulyono, Pemkot Sukabumi berupaya menggugah kesadaran warga untuk berbahasa Indonesia sesuai dengan tata bahasa.
Hal itu diakui oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Mulyono. Menurutnya, lamanya jam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah belum mampu menandingi pengaruh lingkungan. Pemakaian Bahasa Indonesia yang baku mulai luntur dengan bahasa gaul yang kesasar. Oleh karena itu, kata Mulyono, Pemkot Sukabumi berupaya menggugah kesadaran warga untuk berbahasa Indonesia sesuai dengan tata bahasa.
ANALISIS :
Menurut saya, bahasa gaul sangat tidak manusiawi, dan hanya merusak generasi masa depan, khusus nya anak-anak kecil yang mudah menyerap perkataan orang dewasa, itu membuat anak-anak mudah terbawa arus zaman sekarang, yang bias membuat masa depan anak itu akan suram.
Bahasa gaul itu bahasa yang lambat laun, makin menguasai dan mambuat menurunnya bahasa Indonesia asli, bahkan bahasa gaul sudah hampir setiap hari dan hampir menjadi bahasa wajib anak muda zaman sekarang, mari kita lestarikan bahasa Indonesia asli dan menggunakan bahasa baik dan benar sesuai EYD.
Menurut saya, bahasa gaul sangat tidak manusiawi, dan hanya merusak generasi masa depan, khusus nya anak-anak kecil yang mudah menyerap perkataan orang dewasa, itu membuat anak-anak mudah terbawa arus zaman sekarang, yang bias membuat masa depan anak itu akan suram.
Bahasa gaul itu bahasa yang lambat laun, makin menguasai dan mambuat menurunnya bahasa Indonesia asli, bahkan bahasa gaul sudah hampir setiap hari dan hampir menjadi bahasa wajib anak muda zaman sekarang, mari kita lestarikan bahasa Indonesia asli dan menggunakan bahasa baik dan benar sesuai EYD.
Dari kata sambutan di atas dapat kita lihat perbedaan bahasa yang digunakan
Bahasa Indonesia
|
Bahasa Gaul Remaja
|
Temen
|
Temen
|
Tidak
|
Kagak
|
Memang
|
Emang
|
Contoh kasus:
Beberapa kata yang sering dijumpai dalam “status” para pengguna jejaring sosial facebook atau twitter, misalnya, kata gue. Kini, untuk menyatakan kata saya para penutur bahasa gaul juga menggunakan kata saiia, aq, q, ak, gw, gua, w, akoh, aqoh, aqu, dan ane. Kemudian, kata Lo atau Lu sama seperti kata gue. Kini, untuk menyatakan kamu penutur bahasa gaul juga menggunakan lw, elu, elo, dan ente.
daftar pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar